Banyuwangi – Tim Ahli RS Al Huda melakukan Pendampingan Asuhan Spesialistik ke Puskesmas dan Jejaringnya untuk membantu meningkatkan layanan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) di Banyuwangi. Tim PONEK, Dokter Spesialis Anak, dan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi RS Al Huda datang langsung ke Puskesmas Gendoh Kecamatan Sempu dalam Pelayanan KIA (Kesehatan Ibu & Anak), serta Kegawatdaruratan dan Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal sebagai upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan ini digelar di Aula Puskesmas Gendoh, Sabtu (22/08).
Kehamilan dan persalinan merupakan suatu momen yang penuh kebahagiaan bagi setiap keluarga. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, selalu ada kemungkinan terjadinya kondisi kegawatdaruratan yang datang tanpa diduga. Perdarahan hebat, tekanan darah tinggi saat hamil, persalinan macet, hingga bayi yang mengalami gangguan pernapasan sesaat setelah lahir merupakan beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
Dalam situasi tersebut, kecepatan dan kesiapan tenaga kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan ibu dan bayi.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, RS Al Huda menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yaitu dr. Wasilul Haq, Sp.OG sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dr. Tri Tapaningsih, Sp.A sebagai dokter spesialis anak pada acara pendampingan asuhan spesialistik di PKM Gendoh yang rutin dilakukan tiap tahun sesuai dengan jadwal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Al Huda, dr. Khusnul Imama mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat dasar. “Khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis spesifik tanpa harus langsung dirujuk ke rumah sakit” kata dokter Ima.
Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi RS Al Huda dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Keberhasilan pelayanan persalinan bukan hanya ditentukan oleh fasilitas yang memadai, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang bekerja secara profesional, terampil, dan sigap.

