Banyuwangi– RS Al Huda (RSAH) menggelar Skill Station dan Pit Stop Pengelolaan Fasilitas Dan Program Keselamatan pada hari Kamis sampai Sabtu diminggu kemarin (21,22,23/ 5).
dr Indiati MMRS, Direktur RS Al Huda mengatakan bahwa Kegiatan ini rutin dilakukan bagi seluruh karyawan dalam rangka peningkatan kualitas petugas.
Dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis simulasi atau praktik secara langsung. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan bergantian menuju ke masing-masing pos atau station untuk berlatih bersama instruktur terlatih dari Tim Ahli K3 Umum Rumah Sakit Al Huda.
Peserta diberikan kesempatan berlatih dihadapan Instruktur dan akan memberikan evaluasi, umpan balik, dan memperbaiki teknik peserta hingga siap secara teknik dan dapat menerapkannya dengan baik dan sesuai prosedur.
Setiap station focus pada keahlian spesifik seperti Keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit, keamanan rumah sakit, penanggulangan kebakaran, tanggap darurat dan evakuasi bencana, pengelolaan limbah B3 serta pengelolaan system utilitas serta pengelolaan peralatan medis.
Diharapkan setiap petugas akan semakin terlatih, lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam meningkatan kewaspadaan dan kesiagaan bencana baik dari internal maupun eksternal di rumah sakit
Kewaspadaan akan bencana internal meliputi Pengawasan terhadap bahan- bahan rawan terbakar dan cara melakukan pemadaman kebakaran dengan APAR atau Hydran. Mematuhi standart prosedur opersional yang jelas pada setiap peralatan.
Selanjutnya peserta melakukan praktek bagaimana menghadapi kejadian pencurian atau respon terhadap kecelakaan kerja yang terjadi.
Kemudian tindakan apa yang bisa dilakukan bila terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus atau bencana sosial seperti kerusuhan atau terror, sehingga kita dapat memberikan pertolongan berdasarkan kegawatan dan membantu prosedur evakuasi dengan baik dan meminimalkan korban.
Insting karyawan terhadap kewaspadaan bencana dan kebakaran terus diasah secara berkala, sehingga tercipta kondisi siaga bencana. Dengan keberadaan petugas terlatih, Pasien dan seluruh pengunjung merasa aman, fasilitas sarana prasarana terjaga dengan baik, dan pelayanan bisa diberikan seoptimal mungkin.”
Budaya kerja yang mengedepankan mutu dan keselamatan pasien akan selalu diprioritaskan. Bagaimanapun juga SDM merupakan asset terbesar sebuah Rumah sakit yang berperan sangat krusial dalam menentukan mutu pelayanan di dalamnya” pungkasnya.

