AMAN BERPUASA: Ibu baru melahirkan mendapatkan penjelasan terkait menyusui saat berpuasa oleh tim Promosi Kesehatan RS Al Huda Banyuwangi.

Ibu Menyusui Puasa, Tetap Bisa Berikan ASI Eksklusif

BANYUWANGI – Kendati berpuasa, ibu masih bisa memberikan ASI Ekslusif pada buah hati. “Berdasarkan penelitian, kandungan nutrisi Air Susu Ibu (ASI) saat berpuasa, ternyata tidak berpengaruh secara signifikan. Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI-nya tidak akan berkurang kualitasnya,” ujar Henik Khusniyati, Amd.Keb, Asisten Manajer Ruang Syukur Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Genteng, Banyuwangi.


Dijelaskan, tubuh akan melakukan kompensasi dengan mengambil cadangan zat- zat gizi. Yaitu lemak, protein serta vitamin dan mineral dari simpanan tubuh. “Begitu Ibu berbuka puasa, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi dari makanan yang dikonsumsi saat berbuka,” paparnya.


Masih menurut Henik, kebutuhan ASI untuk bayi mutlak diperlukan demi perkembangan kesehatan bayi. “Ibu menyusui sambil berpuasa diperbolehkan bila tidak ada indikasi yang menghawatirkan,” tegasnya. Guna memberikan pemahaman terkait hal tersebut, Tim PKRS Al Huda aktif menggelar edukasi promosi kesehatan kepada pasien dan keluarga. “Ibu menyusui itu aman berpuasa dan tetap bisa berikan ASI Eksklusif kepada buah hati,” ujarnya.


Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RSAH Banyuwangi dr. Suryadinata menyampaikan, pada prinsipnya, berpuasa aman bagi ibu menyusui. “Selama asupan makanan sehat dengan gizi tinggi dan seimbang dapat memenuhi kebutuhan ibu serta bayi,” jelasnya.


Selain makanan bergizi, kata dokter Suryadinata, persediaan cairan tubuh juga harus diperhatikan. “Usahakan minum air putih dalam jumlah cukup minimal 2 liter sehari,” tegasnya. Yaitu, satu gelas saat bangun mau sahur, setelah sahur, saat berbuka, setelah sholat magrib, setelah makan malam, dan sebelum sholat isya. Termasuk setelah sholat Tarawih, sebelum tidur, dan bisa diselingi dengan susu, sari buah, air kacang hijau atau jus buah-buahan.


Dokter Suryadinata menambahkan, asalkan pandai mengatur asupan gizi dan kecukupan cairan, tubuh manusia dapat mendeposit nutrisi dan dapat menggunakannya saat diperlukan. “Tapi jika ibu menyusui merasa lemah, pusing, mual, keringat dingin, sebaiknya segera membatalkan puasa dan langsung makan dan minum,” ungkapnya. (HUD)

Post Author: RSAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.