Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru

Gambiran- Penambahan jumlah kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi serta prediksi berakhirnya pandemi ini masih belum bisa diketahui terus menjadi atensi semua orang, baik masyarakat umum maupun pemerintah terutama melalui satgas covid-19 yang selalu berupaya dengan luar biasa menangani pasien dan mengendalikan penyebaran covid-19.

dr. Suryadinata Ketua tim Siaga Covid-19 RS Al Huda (RSAH) menyampaikan, “Sebagai warga yang baik kita semua wajib mendukung upaya pemerintah dalam penanganan covid-19, yaitu selalu patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada.” Ungkapnya

“Sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dengan benar, menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain, istirahat cukup dan rajin olahraga, serta makan makanan bergizi seimbang adalah hal kunci yang wajib kita lakukan secara disiplin, baik oleh individu maupun kolektif.” paparnya

Dijelaskan, “Hal-hal tersebut menjadi kebiasaan baru yang dilakukan  saat pandemi covid ini, yang tentu sangat berbeda dari kebiasaan lama yang telah sering kita lakukan, sehingga kita harus beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan tetap produktif dan aman dimasa pandemi.” Jelasnya

“Kebiasaan lama yang sering dilakukan, seperti bersalaman, cipika-cipiki, cium tangan, berkerumun atau bergerombol, malas cuci tangan harus mulai ditinggalkan karena mendukung penularan Covid-19.” tambahnya

“Memang untuk memulai kebiasaan baru tersebut perlu usaha yang keras bagi semua pihak, seperti sosialisasi yang masive perlu terus dilakukan oleh pemerintah, relawan serta institusi kesehatan, sehingga masyarakat mematuhi dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari- hari.” Imbuhnya

“Kita dituntut untuk mampu mengadaptasi atau menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru tersebut dimanapun kita berada, seperti di rumah, di kantor, di sekolah, di tempat ibadah, dan juga di tempat-tempat umum, seperti terminal, pasar, dan mal.” ucapnya

“Diharapkan dengan seringnya menerapkan kebiasaan baru dimanapun, akan semakin mudah dan cepat menjadi norma individu dan norma masyarakat. Dengan demikian, kita bisa bekerja, belajar, beribadah dan beraktivitas lainnya dengan aman, sehat dan produktif. Saatnya menjadi pelopor adaptasi kebiasaan baru.” Pungkasnya

Post Author: RSAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.