Banyuwangi – RS Al Huda selalu mendukung program pemerintah untuk tertib melaporkan kasus infeksi. Salah satunya kasus leptospirosis. Untuk itu, Tim PRA (Pengendalian Resistensi Antrimikroba) bersama Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) RS Al Huda menggelar Forum Kajian Infeksi Terintegrasi (FORKIT) kali ini mengangkat tema kasus Leptospirosis. Forum kajian tersebut digelar di aula dr. Musytahar Umar Thalib, Sabtu lalu (29/11).
Ketua Tim PRA dr. Qomaria menjelaskan bahwa penyakit infeksi khususnya leptospirosis, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting. Termasuk di Negara berkembang seperti Indonesia. “Leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yakni menular dari hewan ke manusia, yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans,” jelasnya.
Setidaknya telah tercatat selalu ada pasien yang menderita leptospirosis yang dirawat di RS Al Huda tiap bulan. Kasus yang erat kaitannya dengan hygiene sanitasi yang buruk ini sudah jarang ditemukan di wilayah lain namun masih dijumpai di Banyuwangi.
Sumber penularan leptospirosis terutama dari kencing hewan terinfeksi (seperti tikus, sapi, anjing, dan babi) yang mencemari air, tanah, atau makanan. Penyakit ini dapat menular ke manusia melalui kulit luka kecil, selaput lendir (mata, mulut, dan hidung), atau air terkontaminasi yang masuk ke tubuh. Rata-rata masa inkubasinya selama 7 – 10 hari
“Gejala umum yang diderita meliputi demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot terutama di betis/punggung, mual, muntah, dan kadang ikterus (kulit kuning). Lebih berat bisa menyebabkan gagal ginjal, ikterus berat, perdarahan, atau gangguan paru (ARDS),” ujar Qomaria
Sayangnya, Gejala awal sering kali tidak dirasakan oleh masyarakat. Seseorang yang terinfeksi baru mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala sudah parah. Penyakit leptospirosis yang tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan perburukan kondisi sampai dangan kematian.
“Untuk mencegah penyakit ini, masyarakat dapat menghindari kontak dengan air banjir atau tanah berlumpur tanpa pelindung, kendalikan populasi tikus, dan jaga kebersihan lingkungan serta terapkan hygiene sanitasi yang baik,” kata Qomaria
Jika anda merasakan gejala seperti diatas dan ada riwayat terpapar kencing tikus, segera periksakan ke Klinik Penyakit Dalam RS Al Huda yang buka setiap hari Senin sd Sabtu jam 07.00 sd 17.00 WIB

