ATASI PEMBESARAN PROSTATE DENGAN METODE TURP, OPERASI TANPA SAYATAN DAN MINIM EFEK SAMPING

Banyuwangi – Pembesaran pada Prostate atau BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) dapat menyebabkan buang air kecil tidak tuntas, anyang-anyangan, atau aliran urine lemah.

Dokter spesialis urologi RS Al Huda (RSAH) dr. Andy Zulfiqqar, Sp.U., FICS, mengatakan, kondisi ini sangat mengganggu dan membuat penderita tidak nyaman dalam beraktivitas.

BPH sering dialami oleh pria dengan usia 50 tahun keatas. Semakin tinggi usia semakin beresiko terkena BPH. Selain itu, pria dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, atau yang kurang beraktivitas fisik juga lebih rentan terkena BPH.

BPH bukanlah kanker, tetapi pembesaran kelenjar pada prostat yang dapat menekan uretra dan mengganggu aliran urine. Bila dibiarkan dapat berdampak pada kandung kemih dan fungsi ginjal

Pada gejala ringan kondisi ini bisa diatasi dengan terapi obat-obatan, namun bila gejala semakin parah seperti rasa nyeri saat buang air kecil, urine berdarah atau tidak keluar urine sama sekali, maka dapat dilakukan TURP (Transurethral Resection of the Prostate)

TURP merupakan metode bedah endoskopi untuk mengangkat jaringan prostat yang membesar melalui uretra tanpa sayatan, aman dan minim efeksamping. Sehingga masa perawatan dan pemulihan lebih cepat.

Dengan perawatan yang tepat, proses pemulihan pasien pasca operasi TURP (Transurethral Resection of the Prostate) bisa optimalkan proses pemulihan dalam 4 sampai dengan 6 pekan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasien setelah rawat inap di rumah sakit atau sudah pulang kerumah yaitu minum air putih sebanyak 2-3 liter per hari minimal dalam 4 sampai 6 pekan. Selain itu, hindari aktivitas berat/angkat beban lebih dari 5 kg selama 4 pekan, serta hindari berhubungan seksual selama 4-6 pekan dan tidak mengemudi selama 1 pekan alias satu minggu.

Jika terjadi hematuria ringan (urine berwarna kemerahan), maka segera perbanyak minum sampai warna urine normal. Selain itu kontrol rutin ke poli urologi sesuai jadwal kontrol dari dokter, dan Bila ditemukan tanda dan gejala seperti tidak bisa berkemih, perdarahan massif dan demam tinggi maka segera ke IGD RS Al Huda.

Bagi masyarakat yang mengalami masalah dengan saluran kencing bisa konsultasi ke Poli Urologi RS Al Huda setiap hari Senin sd Rabu pukul 16.00 – 17.30 WIB dan Kamis pukul 10.00 – 12.00 WIB.

Post Author: RSAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *