Rumah Sakit Al Huda (RSAH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menggelar Pelatihan Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB) guna membangun sistem pelayanan kesehatan yang tangguh dan selalu siap saat kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Djadmiko Tri Wurjanto, ST, mengatakan BPBD dan Rumah sakit adalah mitra strategis atau unsur kolaborasi utama dalam penanganan, evakuasi, serta pelayanan kesehatan saat keadaan darurat atau bencana.
Dengan pelatihan bersama diharapkan sinergisitas terjalin semakin baik, sistem penanganan darurat semakin kuat serta semua tim dapat merespon dengan cepat dan tanggap saat kondisi bencana.
Ketua Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Al Huda, Budi Hartono, S.Kep. Ners. menekankan bahwa keselamatan dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. “Pelatihan ini menjadi kesempatan kita untuk memahami potensi risiko, mengetahui peran masing-masing, dan berlatih menghadapi kondisi darurat, agar seluruh petugas dapat bertindak tepat ketika situasi darurat benar-benar terjadi,” tuturnya
Pelatihan RSAB dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada Rabu, Kamis dan Jumat (7-9/10) dengan peserta pelatihan meliputi Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker, Radiografer, Analis Laboratorium, Ahli Gizi, Teknik, IT, Logistik medik dan Non medik serta Tim keamanan RS Al Huda, yang dibimbing langsung oleh tim ahli dari Yogyakarta.
Semua peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang disusun dalam tiga tahapan. Diawali penguatan pemahaman dasar, penyusunan rencana penanggulangan bencana hingga simulasi penanganan keadaan darurat.
Direktur Rumah Sakit Al Huda, dr. Indiati, MMRS. yang juga menjadi salah satu peserta memberikan dukungan penuh atas pelatihan yang dilaksanakan, “Pelatihan RSAB merupakan bagian dari upaya peningkatkan mutu pelayanan dan memastikan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung,” ujarnya
Dokter Indiati berterimakasih BPBD Banyuwangi yang telah memberikan kesempatan RS Al Huda untuk mengikuti pelatihan tersebut. “Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam lingkungan kerja khususnya mitigasi jika terjadi bencana,” pungkasnya

